Rabu, 16 Oktober 2019

"Senyuman Di Dalam Hati"

kartun-comel-senyum.jpg (300×283)
Angin yang meliuk-liuk, Air yang menyentuh bumi dengan hangat dan langit yang meredup. Disini lah hari-hari ku dimulai.

"Rani ayo bangun sudah siang, ini hari pertamamu sekolah" terdengar suara seorang wanita dari balik pintu yang mencoba untuk membangunkan ku, ya dia adalah mama ku yang super duper cerewet.

"iya ma" kata ku yang sambil berlari menuju kamar mandi.

Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah SMA Melati, umur ku 14 tahun, sama seperti hari-hari biasanya, sebelum berangkat sekolah aku selalu sarapan. Mama ku memang cerewet tapi mama ku tidak ada dua nya didunia. Aku mempunyai adik laki-laki nama nya Roni dia masih kelas 6 SD.

"kak ayo berangkat, udah siang nih nanti terlambat, aku enggak mau ya terlambat gara-gara kakak" kata roni

"iya bentar, nanggung nih". kata ku yang sambil makan

"lelet amat sih kak". kata roni yang melihat ku sambil menunjukkan muka marahnya

aku tidak peduli dengan nya dan tetap melanjutkan makan ku, karena hari ini mungkin disekolah hanya mengumumkan persyaratan untuk MOS (Masa Orientasi Siswa), ya itulah diriku,aku memang gadis yang lelet jadi karena itu mama ku selalu memarahi ku.

Disekolah aku bertemu dengan banyak teman salah satu nya bernama vita tapi dia lebih dikenal dengan sebutan chubby karena faktor badan nya yang bisa dibilang sedikit mengembang (gendut). lalu kami lebih mengenal lebih jauh lagi satu sama lain, Chubby adalah wanita yang blak-blakan kalau bicara dan tidak takut dengan siapa pun, aku suka berteman dengan nya dan lebih nyaman jika curhat dengan nya, walaupun banyak teman-teman yang menjauhi nya tapi aku lihat chubby tidak memperdulikan itu semua padahal yang aku lihat chubby seperti kesepian selama ini.

"Ran, ini ada surat dari kak reza" kata bagas teman ku yang tiba-tiba memberiku sepucuk kertas. pada saat itu entah apa yang ku fikirkan dan hati ku rasakan tapi rasa nya aku ingin segera membuka nya.

"Hayo rani dapat surat cinta" kata chubby yang penasaran dengan isi suratnya begitu pun diriku

"Apa sih bby, jangan gitu dong aku malu" kata ku sambil menutup wajah dengan tangan ku

"ya udah yuk pulang, aku tau kok kalau kamu ingin cepet-cepet buka surat nya" kata chubby yang dari tadi terus saja mengejek ku

Sesampai nya dirumah, aku langsung berlari menuju kamar ku tanpa memperdulikan mama yang memanggil ku. aku membaca nya dengan bibir tersenyum lebar dan menghayati setiap bait kata yang tertulis disurat itu. hati ini seperti meledak-ledak, entah kenapa aku sendiri pun tidak tahu. padahal bukan hanya kak reza yang memberi ku surat tapi sudah banyak laki-laki yang memberi ku surat bahkan tidak terhitung lagi jumlah nya tapi surat dari kak reza yang membuat ku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. hehehe

kak reza adalah laki-laki yang tampan dan baik. dia selalu jadi idola setiap wanita, banyak wanita yang ingin menjadi pacar nya. kak reza lebih tua 2 tahun dari ku, dia sekarang kelas 3 SMA.

keesokan hari nya aku pergi ke sekolah seperti biasa nya tapi kali ini entah kenapa aku pergi ke sekolah dengan hati yang berbeda, rasanya ingin setiap hari pergi ke sekolah karena ingin melihat nya. aku selalu curi-curi pandang dan selalu pergi ke kantin untuk melihat nya, karena kelas nya bersebelahan dengan kantin, itu bisa dibilang taktik ku.

"Dek Ran lagi makan apa" kata kak reza yang tiba-tiba datang menghampiri ku dan duduk di sebelah ku, pada saat itu aku hanya menatap nya dengan rasa tidak percaya kalau dia ada disebelah ku. aku selalu berfikir apa ini nyata atau hanya khayalan ku saja, sesekali aku melihatnya untuk memastikan ini nyata dan ini memang nyata.

"eh kak reza, mau makan juga ya kak" kata chubby yang membuat suasana tegang menjadi normal kembali.

"iya dek" kata kak reza yang dari tadi menatap ku seperti ingin mengatakan sesuatu yang penting, itu terlihat dari mata nya yang gelisah. Dan karena chubby merasa mengganggu dia pun meninggalkan kami berdua.

"Dek udah baca surat nya" kata kak reza sambil menatap ku

"ehm, udah kak" kata ku sambil tersenyum malu

"Alhamdulillah, jadi sekarang kita udah resmi ya dek" kata kak reza sambil menunggu jawaban dari ku

"Resmi gimana ya maksudnya kak" kata ku yang seolah-olah tidak faham padahal sangat faham, hehe

"resmi jadian dek" kata kak reza sambil menatap ku dengan tajam

Aku hanya tersenyum dan itu membuat kak reza memutuskan arti senyum ku dengan kata "iya". Dari sini hari-hari ku berubah menjadi lebih indah karena ada kak reza yang selalu memperhatikan ku dan menjaga ku. Sejak bersama nya aku tidak pernah mengalami masalah atau kesulitan dalam hidup ku, bersama nya sifat ku menjadi lebih dewasa dan lebih menghargai waktu, bersamanya aku bahagia dan aku hanya ingin bersamanya.

Satu tahun telah berlalu dan hari ini adalah hari kelulusan nya, saat nya dia pergi untuk mengejar cita-cita nya, rasanya aku ingin mengatakan bahwa aku tidak mau dia pergi dari sisi ku, aku tidak mau berpisah dengan nya, aku masih ingin dia disamping ku tapi apa boleh buat, ini memang sudah takdir ku untuk menjalani hubungan jarak jauh (LDR).

Satu kalimat yang dia katakan pada ku sebelum meniggalkan ku, "Tabassamuki yunawwiru fii qolbi" (Senyum mu menerangi hati ku).
sampai saat ini kalimat itu yang masih tersimpan dalam fikiran dan hati ku.


~Sekian Terimakasih~

7 komentar:

Menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku.

KpmMandiriUnipdu2021 : Menjaga Kebersihan diri Dengan Memotong kuku Mahasiswa unipdu Jombang melalui kegiatan kuliah pengabdian masyarakat m...